archive.biz.web.id - List of Archived Articles from Client | http://archive.biz.web.id/

http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13 http://archive.biz.web.id/ 2017-10-20 11:32:13

Kota Bekasi Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Bekasi beralih ke halaman ini. Untuk Kabupaten yang bernama-sama, lihat pula Kabupaten Bekasi. Untuk kegunaan lain dari Bekasi, lihat Bekasi (disambiguasi). Kota Bekasi Kota di Indonesia Lalu lintas Jl. Ahmad Yani, Jembatan Jl. Cut Meutia, Kota Harapan Indah, Mal Metropolitan Lalu lintas Jl. Ahmad Yani, Jembatan Jl. Cut Meutia, Kota Harapan Indah, Mal Metropolitan Lambang Kota Bekasi Lambang Semboyan: Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan Peta lokasi Kota Bekasi Peta lokasi Kota Bekasi Kota Bekasi berlokasi di Indonesia Kota BekasiKota BekasiPeta lokasi Kota Bekasi Koordinat: 6°14′0″LU 106°0′0″BT Negara Indonesia Provinsi Jawa Barat Hari jadi 10 Maret 1997 (umur 20) Ibu kota Kalibaru Pemerintahan • Wali Kota Dr. H. Rahmat Effendi • Wakil Wali Kota H. Ahmad Syaikhu Luas • Total 210.49 km2 (81.27 sq mi) • Darat 204.6 km2 (79.0 sq mi) • Air 3.8 km2 (1.5 sq mi) Peringkat luas 31 Populasi (2010)[1] • Total 2.334.871 • Peringkat 4 • Kepadatan Formatting error: invalid input when rounding/km2 (Formatting error: invalid input when rounding/sq mi) • Peringkat 10 Demografi • Suku bangsa Betawi, Sunda, Jawa, Minangkabau, Tionghoa • Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha • Bahasa Indonesia, dll. Zona waktu WIB (UTC+7) Kode telepon 021 Kecamatan 12 Kelurahan 56 Situs web www.kotabekasi.go.id Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.[2] ,kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang. Luas Wilayah dan Letak Geografis Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km2, dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah: • Sebelah Utara : Kabupaten Bekasi • Sebelah Selatan : Kabupaten Bogor dan Kota Depok • Sebelah Barat : Provinsi DKI Jakarta • Sebelah Timur : Kabupaten Bekasi Letak geografis : 106o48’28’’ – 107o27’29’’ Bujur Timur dan 6o10’6’’ – 6o30’6’’ Lintang Selatan. Topografi Kondisi Topografi kota Bekasi dengan kemiringan antara 0 – 2 % dan terletak pada ketinggian antara 11 m – 81 m di atas permukaan air laut. • Ketinggian >25 m : Kecamatan Medan Satria, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan Pondok Gede • Ketinggian 25 – 100 m : Kecamatan Bantargebang, Pondok Melati, Jatiasih Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: di Kecamatan Jatiasih, Bekasi Timur, Rawalumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Kecamatan Pondok Melati. Jenis Tanah dan Geologi Struktur geologi wilayah Kota Bekasi didominasi oleh pleistocene volcanik facies namun terdapat dua kecamatan yang memiliki karakteristik struktur lainnya yaitu: • Bekasi Utara : Struktur Aluvium • Bekasi Timur : Struktur Miocene Sedimentary Facies Di Bekasi Selatan terdapat sumur gas JNG-A (106o 55’ 8,687” BT; 06o 20’54,051”) dan Sumur JNGB (106o 55’ 21,155” BT; 06o 21’ 10,498”) Hidrologi dan klimatologi Kondisi hidrologi Kota Bekasi dibedakan menjadi dua: 1. Air permukaan, mencakup kondisi air hujan yang mengalir ke sungai-sungai. Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 (tiga) sungai utama yaitu Sungai Cakung, Sungai Bekasi dan Sungai Sunter, beserta anak-anak sungainya. Sungai Bekasi mempunyai hulu di Sungai Cikeas yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air. Air permukaan yang terdapat di wilayah Kota Bekasi meliputi sungai/kali Bekasi dan beberapa sungai/kali kecil serta saluran irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum wilayah Bekasi (kota dan kabupaten) dan wilayah DKI Jakarta. Kondisi air permukaan kali Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor). 2. Air tanah Kondisi air tanah di wilayah Kota Bekasi sebagian cukup potensial untuk digunakan sebagai sumber air bersih terutama di wilayah selatan Kota Bekasi, tetapi untuk daerah yang berada di sekitar TPA Bantargebang kondisi air tanahnya kemungkinan besar sudah tercemar. Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim kering dengan tingkat kelembaban yang rendah. Kondisi lingkungan sehari-hari sangat panas. Hal ini terlebih dipengaruhi oleh tata guna lahan yang meningkat terutama industri/perdagangan dan permukiman. Temperatur harian diperkirakan berkisar antara 24 – 33° C. Permukiman Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.[3] Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.[4] Sejarah Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, leatak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir. Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta). Sejarah Sebelum Tahun 1949 Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut merubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede). Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan. Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut : Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto "SWATANTRA WIBAWA MUKTI". Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan walikota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Walikota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 - 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997) Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang "Kota") melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998). Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yaitu : Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 - 2008). Pembagian Administratif Kecamatan di Kota Bekasi adalah: Bantar Gebang Bekasi Barat Bekasi Selatan Bekasi Timur Bekasi Utara Jatiasih Jatisampurna Medan Satria Mustika Jaya Pondok Gede Pondok Melati Rawalumbu Kependudukan Berdasarkan sensus tahun 2010, kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[5] Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar.[6] Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, di antaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxi City. Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di kecamatan Bekasi Utara.[7] Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

http://archive.biz.web.id/ List of Archived Articles from Client.qcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXaZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg Client From Wikipedia in URL http://en.wikipedia.org/wiki/Client qcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXaZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg Client(s) or The Client may refer to: Client (computing), hardware or software that accesses a remote service on another computer. Customer or client, a recipient of goods or services in return for monetary or other valuable considerations. Client, in the system of patronage in ancient Rome, an individual protected and sponsored by a patron. Client state, which is economically, politically, or militarily subordinate to another more powerful stateqcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXaZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg

e7c059ba92842711dcf490617a8f6c03 http://if A to rename to date is2017-10-20rchive.biz.web.id/ List of Archived Articles from Client.qcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXif A to rename to date is2017-10-20ZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg Client From Wikipediif A to rename to date is2017-10-20 in URL http://en.wikipediif A to rename to date is2017-10-20.org/wiki/Client qcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXif A to rename to date is2017-10-20ZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg Client(s) or The Client mif A to rename to date is2017-10-20y refer to: Client (computing), hif A to rename to date is2017-10-20rdwif A to rename to date is2017-10-20re or softwif A to rename to date is2017-10-20re thif A to rename to date is2017-10-20t if A to rename to date is2017-10-20ccesses if A to rename to date is2017-10-20 remote service on if A to rename to date is2017-10-20nother computer. Customer or client, if A to rename to date is2017-10-20 recipient of goods or services in return for monetif A to rename to date is2017-10-20ry or other vif A to rename to date is2017-10-20luif A to rename to date is2017-10-20ble considerif A to rename to date is2017-10-20tions. Client, in the system of pif A to rename to date is2017-10-20tronif A to rename to date is2017-10-20ge in if A to rename to date is2017-10-20ncient Rome, if A to rename to date is2017-10-20n individuif A to rename to date is2017-10-20l protected if A to rename to date is2017-10-20nd sponsored by if A to rename to date is2017-10-20 pif A to rename to date is2017-10-20tron. Client stif A to rename to date is2017-10-20te, which is economicif A to rename to date is2017-10-20lly, politicif A to rename to date is2017-10-20lly, or militif A to rename to date is2017-10-20rily subordinif A to rename to date is2017-10-20te to if A to rename to date is2017-10-20nother more powerful stif A to rename to date is2017-10-20teqcIw9NMho3ZwXDssup9mloUFxFKRH1CX5LO4z4Diy80QcseWcDDnRYtJ083hz90wKOtfLWNEvnVXif A to rename to date is2017-10-20ZpC7tqqMeZMdwT5vTTbDHg

aHR0cDovL2FyY2hpdmUuYml6LndlYi5pZC8gTGlzdCBvZiBBcmNoaXZlZCBBcnRpY2xlcyBmcm9tIENsaWVudC5xY0l3OU5NaG8zWndYRHNzdXA5bWxvVUZ4RktSSDFDWDVMTzR6NERpeTgwUWNzZVdjRERuUll0SjA4M2h6OTB3S090ZkxXTkV2blZYYVpwQzd0cXFNZVpNZHdUNXZUVGJESGcgQ2xpZW50IEZyb20gV2lraXBlZGlhIGluIFVSTCA8YSByZWw9J25vZm9sbG93JyBocmVmPSdodHRwOi8vZW4ud2lraXBlZGlhLm9yZy93aWtpL0NsaWVudCc+aHR0cDovL2VuLndpa2lwZWRpYS5vcmcvd2lraS9DbGllbnQ8L2E+IHFjSXc5Tk1obzNad1hEc3N1cDltbG9VRnhGS1JIMUNYNUxPNHo0RGl5ODBRY3NlV2NERG5SWXRKMDgzaHo5MHdLT3RmTFdORXZuVlhhWnBDN3RxcU1lWk1kd1Q1dlRUYkRIZyBDbGllbnQocykgb3IgVGhlIENsaWVudCBtYXkgcmVmZXIgdG86IENsaWVudCAoY29tcHV0aW5nKSwgaGFyZHdhcmUgb3Igc29mdHdhcmUgdGhhdCBhY2Nlc3NlcyBhIHJlbW90ZSBzZXJ2aWNlIG9uIGFub3RoZXIgY29tcHV0ZXIuIEN1c3RvbWVyIG9yIGNsaWVudCwgYSByZWNpcGllbnQgb2YgZ29vZHMgb3Igc2VydmljZXMgaW4gcmV0dXJuIGZvciBtb25ldGFyeSBvciBvdGhlciB2YWx1YWJsZSBjb25zaWRlcmF0aW9ucy4gQ2xpZW50LCBpbiB0aGUgc3lzdGVtIG9mIHBhdHJvbmFnZSBpbiBhbmNpZW50IFJvbWUsIGFuIGluZGl2aWR1YWwgcHJvdGVjdGVkIGFuZCBzcG9uc29yZWQgYnkgYSBwYXRyb24uIENsaWVudCBzdGF0ZSwgd2hpY2ggaXMgZWNvbm9taWNhbGx5LCBwb2xpdGljYWxseSwgb3IgbWlsaXRhcmlseSBzdWJvcmRpbmF0ZSB0byBhbm90aGVyIG1vcmUgcG93ZXJmdWwgc3RhdGVxY0l3OU5NaG8zWndYRHNzdXA5bWxvVUZ4RktSSDFDWDVMTzR6NERpeTgwUWNzZVdjRERuUll0SjA4M2h6OTB3S090ZkxXTkV2blZYYVpwQzd0cXFNZVpNZHdUNXZUVGJESGc=

Contact US archive.biz.web.id:

Contact US archive.biz.web.id is +62 8953 7923 4639

Link Post and Page archive.biz.web.id:

File PDF archive.biz.web.id:

Patner archive.biz.web.id:

(c) 2016 - 2017 archive.biz.web.id